follow me

Widget Translator

Perbedaan Layar LCD dan LED

Sabtu, 10 November 2012

Perbedaan Layar LCD dan LED

Sudah jelas sekali lcd dan led itu 2 tipe yang berbeda dari nama saja sudah berbeda, namun nama yang berbeda mempunyai fungsi umum yang sama

Perbedaan Dasar
Layar LCD dinyalakan menggunakan tabung Cold Cathode Fluorescent Lamp (CCFL).  Ketika dinyalakan, tabung fluorescent tersebut membentuk uap merkuri (air raksa) bertekanan rendah.  Meskipun rendah, LCD masih kurang ramah lingkungan karena kandungan merkuri (Hg) ini.  Di era sekarang ini, CCFL yang ada di monitor LCD ini perlahan tapi pasti mulai digantikan oleh light emitting diode (LED), khususnya di negara maju.  Layar LED didasarkan pada teknologi dioda pemancar cahaya.

Konsumsi Listrik
Layar LCD dan LED sama-sama mengkonsumsi listrik yang kecil dan mengeluarkan radiasi yang rendah jika dibandingkan monitor jenis tabung (CRT) sehingga aman untuk kesehatan mata.  Konsumsi listrik yang dibutuhkan LCD kurang lebih 22 watt dan LED membutuhkan kurang lebih 8 watt, sehingga layar LED paling hemat dalam hal konsumsi listrik.
Tampilan Gambar
Gambar yang dihasilkan oleh layar LED ternyata Lebih terang dan lebih fokus daripada layar LCD.  Hal ini disebabkan faktor Dinamic Contrast Ratio LED jauh lebih besar dibandingkan LCD sehingga gambar yang dihasilkan lebih tajam.
Umur Layar
Layar LCD maupun LED mempunyai batas ketahanan tertentu. Layar LCD berumur kurang lebih 60.000 jam (11 tahun, jika dipakai rata-rata 15 jam/hari), sedangkan  Layar LED berumur kurang lebih 100.000 jam (18 tahun, jika dipakai rata-rata 15 jam/hari).
Ini adalah sedikit compare tentang LCD vs LED
Fakta-Fakta LCD :
1. Monitor LCD menggunakan lampu neon katoda dingin untuk backlighting.
2. Layar LCD harus mengandalkan pencahayaan eksternal sebagai tampilan mereka dibuat melalui manipulasi cahaya yang melewati kristal cair terpolarisasi.
3. Kualitas gambar bagus, tapi image bisa tampak ‘terbakar’ di display.
4. Harga antara $150-200 per tahun untuk pengoperasian sebuah LCD. Harga lebih murah dibandingkan LED.
5. Tidak dianjurkan menggunakan LCD saat bermain game dan menggunakan aplikasi grafis.
6. Monitor LCD tidak cocok dengan orang-orang yang bekerja selama berjam-jam di komputer PC.
7. Konsumsi Daya pada LCD lebih tinggi daripada LED.
8. Kurang ramah lingkungan.
9. Dari sudut pandang umur panjang, LCD dapat hidup selama 60 ribu jam.
10. Waktu respon LCD berkisar antara 2 – 8 ms.
11. Monitor LCD dapat menghasilkan rasio kontras 20:000, LED dapat menghasilkan 2.000:000 rasio kontras sehingga layar LED dapat menghasilkan gambar yang lebih tajam dan jelas


Fakta-Fakta dari LED Monitor :
1. Kualitas warna gambar seni.
2. Menghemat energy 40 persen dibandingkan televisi LCD dengan ukuran yang sama
3. Bebas merkuri dan desain yang sangat tipis sehingga ramah terhadap lingkungan karena tidak ada merkuri.
4. Harga sekitar 20 hingga 30 persen lebih mahal.
5. Tebal televise LED sekitar sepertiga tebal LCD dengan ukuran yang sama,
Sedangkan bobotnya biasanya separuh dari LCD.
6. Monitor LED menggunakan dioda memancarkan cahaya.
7. Backlighting yang mempengaruhi kualitas gambar secara substansial dan cahaya ditumpahkan oleh LED menawarkan kualitas gambar yang superior dibandingkan dengan LCD.
8. Layar LED memiliki waktu respon lebih cepat sebagai dibandingkan dengan LCD. LED dapat merespon dalam waktu kurang dari 0,01 ms.
9. Monitor LED adalah pilihan yang lebih baik bagi pengguna gamers dan aplikasi grafis serta orang-orang yang menghabiskan waktunya berlama-lama di depan komputer desktop.
10. Layar LED mampu menjadi lebih ramping dan ringan dibandingkan dengan monitor LCD. Sebagai contoh, Sony meluncurkan layar 40 inch Bravia setipis 9.9 mm.
11. Dari sudut pandang umur panjang, layar LED bisa menjalankan 100 ribu jam.




sumber :  www.buzzle.com, www.kompas.com

Virtual Reality vs Augmented Reality

Virtual Reality vs Augmented Reality

sudulnya saja sudah virtual dan augmented kali ini penulis ingin berbagi  informasi tentang, apa si itu virtual reality atau apa si itu augmented reality...
oke langsung saja Augmented Reality merupakan kebalikan dari Virtual reality yang berarti integrasi elemen-elemen digital yang ditambahkan ke dalam dunia nyata secara realtime dan mengikuti keadaan lingkungan yang ada di dunia nyata.
Augmented Reality akan mengubah cara kita memandang dunia atau setidaknya cara penggunanya melihat dunia. Bayangkan diri Anda berjalan atau mengemudi di jalan, dengan Augmented Reality, elemen-elemen digital grafis akan muncul di bidang yang anda pandang, seperti pada kacamata atau pada kaca depan mobil anda. Kemudian ketika anda membaca koran, dengan Augmented Reality koran tersebut tidak hanya menampilkan tulisan dan foto, tetapi kita bisa melihat video dan mendengar suara yang keluar melalui koran tersebut atau contoh lainya kalau saya tidak salah ingat pada event pekan raja jakarta tahun 2010 ada beberapa cermin disana yang ketika kita bercermin maka hasil dari cermin itu berubah wajahnya menjadi ondel-ondel sudah bisa dibayangkan dong apa sebenernya augmented reality itu heheheeee



virtual reality itu sendiri apa si,

Virtual reality adalah teknologi yang memungkinkan seseorang melakukan simulasi terhadap suatu objek nyata dengan menggunakan komputer yang mampu membangkitkan suasana tiga dimensi (3-D) sehingga membuat pemakai seolah-olah terlibat secara fisik. Sistem seperti ini dapat digunakan untuk peramu obat, arsitek, pekerja medis, dan bahkan orang awam untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang meniru dunia nyata. Sebagai contoh, pilot dapat menggunakan sistem virtual reality untuk melakukan simulasi penerbangan sebelum melakukan penerbangan yang sesungguhnya.
contoh virtual reality juga digambarkan dalam film seperti Congo. Pada film tersebut, Ami (sang Gorila) menggunakan bahasa tanda dan sarung tangan (glove) virtual reality untuk berkomunikasi dengan manusia.