follow me

Widget Translator

Java Script

Selasa, 09 Oktober 2012


JavaScript pertama kali diperkenalkan oleh Netscape pada tahun 1995. Pada awalnya bahasa yang sekarang disebut JavaScript ini dulunya dinamai “LiveScript”” yang berfungsi sebagai bahasa sederhana untuk browser Netscape Navigator 2 yang sangat populer pada saat itu. Kemudian sejalan dengan sedang giatnya kerjasama antara Netscape dan Sun (pengembang bahasa pemrograman “Java”) pada masa itu, maka Netscape memberikan nama “JavaScript” kepada bahasa tersebut pada tanggal 4 desember 1995.
Itu sedikit sejarah javascript itu sendiri yang penulis ambil dari wikipedia.
Oke namun kini penulis ingin berbagi tentang java script yang penulis ketahuai yaaa,
JavaScript adalah salah satu bahasa pemrograman, menurut penulis  dalam konteks web java script ini berjalan khusus untuk di browser maupun dihalaman. Namun dalam penulisan javascript cukup menjengkelkan karena sama halnya dalam pemrograman seperti Turbo C atau C++ dimana huruf besar dan huruf kecil itu mempunyai arti yang berbeda, contohnya huruf  D(kapital) dan d(kecil) tidak mempunyai arti yang sama, contoh lainya saat kita menulis Var itu tidak bisa V(Kapital) ataupun VAR(kapital semua) dalam javascript perintah itu adalah salah karna penulisan var yang benar adalah var (harus huruf kecil semua) .Disalah satu forum ternama disebutkan bahwa java script bekerja pada sisi browser. maksudnya begini,untuk menampilkan halaman web, user menuliskan alamat web di address bar url. setelah itu, browser mengambil file html (dengan file javaScript yang melekat padanya jika memang ada) ke server yang beralamat di URL yang diketikan oleh user. Selesai file diambil, file ditampilkan pada browser. Nah, setelah file JavaScript berada pada browser, barulah script JavaScript tersebut bekerja.Efek dari Javascript yang bekerja pada sisi browser ini, Javascript dapat merespon perintah user dengan cepat, dan membuat halaman web menjadi lebih responsif. menangani hal – hal yang membutuhkan respons cepat terhadap aksi dari user.Mungkin dari kalimat diatas penulis bisa menggambar seperti  ketika kita menuliskan printah fungsi validasi pada form. ketika teman-teman mengisi sebuah form yang divalidasi menggunakan JavaScript, teman-teman mengetikkan data lalu mengetik submit, sebelum data dikirimkan ke server, data akan “dicek” terlebih dahulu pada browser menggunakan fungsi JavaScript yang ada pada halaman web. sehingga, jika memang data yang teman-teman isikan tidak valid, daripada membuang – buang waktu dengan mengirimkan data ke server baru di validasi di server dan lalu server mengirimkan respons balik mengenai ketidak validan input data anda, lebih baik cek validasi data form dilakukan secara lokal di browser menggunakan fungsi JavaScript.

0 komentar:

Posting Komentar